Senin, 29 Januari 2018

Resensi Novel Dilan 1990


Judul Buku : Dilan 1990
Penulis : Pidi BaiqTebal Buku : 330 halaman
Penerbit : DAR Mizan
Tahun Terbit : 2015
Sinopsis
Dilan: Dia adalah Dilanku yakni sebuah novel karangan Pidi Baiq. Novel ini bergenre Teen Literature (Teenlit), yaitu sebuah karangan sastra populer yang mengisahkan kehidupan yang umum dialami oleh para remaja.
Novel Dilan ini menceritakan tentang kisah romansa anak remaja sekolah tahun 90-an. Para pembaca, apalagi bagi pribumi Bandung, saat membaca novel ini akan ikut merasakan bagaimana suasana Bandung tempo 90-an yang masih asri dengan pohonnya.
Dalam novel ini, Dilan adalah seorang remaja SMA tahun 90 yang unik, serampangan. Dilan juga ikut dalam anggotan geng motor yang suka tawuran dengan sekolah lain. Ia memiliki prinsip untuk tidak takut melakukan sesuatu yang ia anggap benar.
Walaupun terkenal nakal, tapi Dilan enggak brengsek. Karena ia ini serampangan, cara Dilan untuk ngedeketin Milea tidak seperti cara yang dipakai remaja lain pada umumnya.
Saat ulang tahun Milea, Dilan memberi buku TTS yang sudah diisi lalu dibungkus koran, dengan pesan di dalamnya, “Selamat ulang tahun, Milea. Ini hadiah untukmu, cuma TTS. Tapi sudah aku isi semua. Aku sayang kamu. Aku tidak mau kamu pusing karena harus mengisinya. Dilan.”
Di satu sisi Dilan memang nakal, namun di sisi lain ia memiliki kemahiran dalam menulis dan suka membaca buku, ia juga mahir buat puisi.
PUISI DILAN
MILEA
Boleh kah aku punya pendapat?
Ini tentang dia yang ada di Bumi
Ketika Tuhan menciptakan dirinya
Ku kira Dia ada maksud mau Pamer
Katakan sekarang
Kalau kue kau anggap apa dirimu?
Roti cokelat? Roti keju?
Martabak? Kroket? Bakwan?
Ayolah
Aku ingin memesannya
Untuk malam ini
Aku mau kamu
Dilan, Bandung 1990
Pidi Baiq telah berhasil menggambarkan sosok Dilan dengan segala keunikan, sederhana, dan perilaku serampangan yang apik membuat Dilan dalam novel ini menjadi sosok nyata.
Kelebihan
Novel yang sangat sederhana, dengan alur narasinya yang mudah dipahami. Untuk gaya bahasa juga menyesuaikan tema remaja, khas anak remaja SMA. Dialog yang dikemas dalam novel ini membuat pembaca masuk dalam imajinasi.
Kekurangan
Ada memang beberapa dialog yang dikemas terlalu singkat. Alur narasi memang bagus, tapi pada penggunaan katanya terdapat ketidak konsistenan.

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates